Sejarah

Sejarah LSKK Group

Saat ini, Grup LSKK telah berkembang menjadi salah satu kelompok di Institut Teknologi Bandung dengan kapasitas pengembangan keilmuan dan pengembangan yang unik. Hal ini tentunya tidak tiba-tiba sampai pada situasi sekarang tanpa proses yang panjang dan berliku.

Dari sisi kelembagaan, Grup LSKK yang saat ini bukan merupakan kelompok formal di lingkungan Sekolah Teknik Elektro & Informatika – ITB dapat dianggap memiliki akar dari munculnya opsi pengaturan di Pendidikan Sarjana di Jurusan Teknik Elektro pada pertengahan dekade 60-an.

Pendidikan Teknik Elektro di ITB telah ada sejak era Technische Hoogeschool te Bandoeng (THB) khususnya sejak 1922. Pada saat itu bidang yang dikelola masih terbatas pada pengembangan Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik dan Kelistrikan. Setelah itu muncul bidang Telekomunikasi pada pertengahan tahun 30-an dengan munculnya laboratorium PTT (Pos, Telegraf dan Telefon).

Pada tahun 1955, muncul program pengiriman studi lanjut keluar negeri khususnya ke Amerika Serikat yang dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat & beberapa yayasan dari Amerika Serikat. Akibatnya sehingga banyak dari civitas akademika generasi awal ITB (Pak Samaun Samadikun, Pak Muhadi, Pak R.J. Widodo dll.) dapat berangkat dan menempuh Pendidikan tingkat master dan doktoral. Pada saatnya nanti pada pertengahan dekade 1960-an mereka akan kembali tanah air untuk mengabdi sebagai pengajar di jurusan teknik elektro ITB.

Bersamaan dengan kembalinya para civitas akademika generasi awal ITB tersebut dan sejalan dengan kondisi perkembangan teknologi yang pesat khususnya pada bidang elektronika dan sistem kendali  akibat adanya perlombaan perang dingin untuk berangkat ke bulan, maka dibukalah bidang Teknik Elektronika dan Teknik Pengaturan pada Semester II TA 1962/1963. Bersamaan dengan pembukaan bidang-bidang baru tersebut,  dibukalah beberapa fasilitas laboratorium, yaitu: (1) Laboratorium Elektronika yang dipegang oleh Pak Samaun Samadikun; (2) Laboratorium Komputer yang dipegang oleh Pak Samaul; dan (3) Laboratorium Pengaturan  yang dipegang oleh Pak R.J. Widodo. Mengingat kedekatan substansi dan aktivitasnya, pada tahun 1968, Laboratorium Komputer dan Laboratorium  Pengaturan digabung manjadi Lab Sistem Pengaturan & Komputer (LSPK). Group ini merupakan cikal bakal lahirnya LSKK Group.

LSPK kemudian dengan cepat berkembang pada era tahun 70-an sebagai grup yang selain mempelajari sistem kendali dan komputasi analog menjadi grup yang menjadi pelopor penelitian di bidang komputer, pemrograman dan komputasi serta teknologi informasi di Indonesia. Staf-staf yang berasal dari LSPK bisa jadi merupakan professional-profersional pertama Indonesia di bidang TIK, seperti misalnya Ir. Tunggal Mardiono, Msc. Bisa jadi merupakan professional-profesional pertama di Indonesia yang bergerak di bidang Sistem Informasi.

Pada proses restrukturisasi Jurusan Teknik Elektro pada pertengahan era 90-an, LSPK kembali berubah nama menjadi Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer (LSKK). Jurusan Teknik Elektro saat itu telah berkembang menjadi 5 bidang keilmuan, yaitu: Teknik Tenaga, Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektronika, Teknik Kendali dan Elektronika Umum.

Pada tahun 2006, terjadi kembali restrukturisasi penggabungan Jurusan Teknik Elektro dan Jurusan Teknik Informatika menjadi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB (STEI – ITB). Dalam restrukturisasi berbasis Kelompok Keahlian (KK) itu, fasilitas laboratorium yang dulunya merupakan bagian dari LSKK (dan bernama tetap LSKK) menjadi rumah bagi dua buah KK, yaitu KK-Teknik Komputer serta KK-Sistem Kendali & Komputer.   Pada bentuknya saat ini, dinamika kolaborasi dua KK di atas yang disebut Grup LSKK.

Pada dekade ini, anggota-anggota dari kedua KK tersebut merupakan salah satu motor-motor utama pendorong pengembangan baik dalam kegiatan akademik maupun dalam kegiatan penelitian & pengembangan. Dalam bidang akademik, anggota grup LSKK merupakan salah satu motor Utama dari proses akreditasi internasional Program Studi Sarjana Teknik Elektro hingga menjadi program studi pertama di Indonesia yang mampu mencapai akreditasi internasional, khususnya dari ABET. Semenjak itu, anggota grup LSKK berperan aktif dalam proses akreditasi internasional di berbagai program studi, baik di level ITB, maupun nasional dengan pengembangan badan akreditasi independen yang baru IIABI dll.

Selain itu, Grup LSKK menjadi KK Pengampu Program Magister Teknik Elektro opsi Teknik Komputer, opsi Kendali dan Sistem Cerdas, serta menjadi pelopor pendidikan di bidang Teknologi Media Digital & Game di Indonesia. Saat ini, Grup LSKK tumbuh pesat menjadi grup yang unik dengan 19 Staf Pengajar, 25 Peneliti, Teknisi & Tenaga Administrasi, ratusan mahasiswa tugas akhir, mahasiswa program magister dan program doktor.

Sejak berdirinya, personil-personil dari Grup LSKK selalu berkontribusi pada banyak program-program nasional seperti Program Pengembangan Pesawat CN235, N250, N2130, N219, KTPelektronik, Roket Pertahanan, Mobil Listrik Nasional, serta berbagai teknologi pendukung dalam alih teknologi baik di instansi pemerintah dan TNI, maupun di industri swasta nasional.

Dalam perjalanan yang panjang, Grup LSKK selalu menyadari landscape ekosistem sebagai kunci sukses kegiatan akademik dan litbang, sehingga menganggap pentingnya kolaborasi dengan sebanyak mungkin mitra untuk mencapai pencapaian terbaik dalam seluruh aspek misi yang diembannya.

Sumber: Wawancara dng Prof. Dr. Ir. Carmadi Machbub, Dr. Tunggal Mardiono diinterpretasikan oleh Dr. Ir. Ary Setijadi Prihatmanto, ST., MT.